Arab Pra-Islam & Misi Kerasulan di Makkah
Perguruan Tinggi
IAI Shalahuddin Al-Ayyubi
Fakultas / Prodi
Tarbiyah / PAI
Bobot / Semester
3 SKS • Semester 3
Pertemuan Ke-
2 (Dua)
Metode Pembelajaran
Presentasi Kelompok, Diskusi, dan Lecturing
Tujuan Pembelajaran & Capaian
SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (SUB-CPMK):
Mahasiswa mampu menganalisis kondisi sosio-kultural Jazirah Arab pra-Islam dan kepemimpinan Makkah.
INDIKATOR CAPAIAN PEMBELAJARAN:
- • Mampu memetakan kondisi geografis, demografis, dan sosio-kultural Jazirah Arab pra-Islam secara terperinci.
- • Mampu menganalisis struktur kepemimpinan, sistem politik, dan kepercayaan (Jahiliyah) masyarakat Makkah pra-Islam.
- • Mampu menguraikan rekam jejak awal kehidupan Nabi Muhammad SAW dan landasan misi kerasulan di Makkah.
- • Mampu menganalisis strategi dakwah Makkah (sirriyyah & jahriyyah) serta bentuk-bentuk respon/resistensi suku Quraisy.
Mengapa Harus Mempelajari Materi Ini?
Mempelajari kondisi Arab pra-Islam dan periode awal Makkah bukan sekadar pengantar kronologis, melainkan kunci memahami hakikat pembaharuan Islam:
1. Setting Sosio-Historis Munculnya Islam
Islam tidak lahir di ruang hampa. Memahami realitas sosiologis, ekonomi, dan politik Arab pra-Islam membantu kita memahami mengapa hukum dan nilai Islam diturunkan secara bertahap (tadarruj).
2. Transformasi Nilai (Jahiliyah ke Islamiyah)
Membedakan tradisi Arab yang dihapuskan (perbudakan ekstrem, diskriminasi gender), yang diluruskan, serta yang dipertahankan (kedermawanan, pemenuhan janji).
3. Pelajaran Strategi & Ketahanan Dakwah (Ibrah)
Memberikan rekam jejak metodologis mengenai pembentukan akidah, ketahanan mental/moral di tengah tekanan, dan strategi diplomasi di masyarakat hegemonik.
Peta Sosiologis Jazirah Arab Pra-Islam
- • Badui (Nomaden): Pedalaman, peternakan, independen & kesetiaan suku ('ashabiyah) kuat.
- • Hadhari (Sedentari): Perkotaan (Makkah, Yathrib, Ta'if), fokus perdagangan & situs agama.
- • 'Ashabiyah: Kabilah sebagai pelindung utama; hukum retaliasi (qishash) & dendam mendominasi.
- • Subordinasi: Patriarki ekstrem (praktik penguburan bayi perempuan); perbudakan pilar ekonomi.
- • Watsaniyah: Berhala (Hubal, Latta, 'Uzza, Manat) sebagai perantara (wasilah) Tuhan.
- • Hanif & Lainnya: Monoteisme Ibrahim AS (Hunafa') serta komunitas Yahudi/Nasrani di perbatasan.
Peta Jazirah Arab Diantara Dua Imperium Besar
Posisi strategis Arab diantara Imperium Sasania (Persia) dan Byzantium (Romawi Timur).
Kepemimpinan & Struktur Politik Makkah
1. Dominasi Suku Quraisy
Terbagi dalam kabilah utama (Bani Hashim, Bani Umayyah, Bani Makhzum). Makkah berstatus pusat perdagangan internasional (rihlata asy-syita'i wa assh-shaif) & keagamaan Ka'bah.
2. Institusi Dar an-Nadwah
Berfungsi sebagai parlemen/majelis permusyawaratan pimpinan kabilah Quraisy untuk menentukan keputusan politik, deklarasi perang, dan regulasi ekonomi.
3. Pembagian Tugas Oligarki
- • Al-Siqayah: Pengelolaan air peziarah.
- • Al-Rifadah: Penyediaan makanan peziarah.
- • Al-Sidanah/Hijabah: Penjaga kunci Ka'bah.
- • Al-Qiyadah: Panglima komando perang.
Silsilah & Struktur Kabilah Suku Quraisy
Bagan keturunan dan kabilah utama bangsa Arab Adnaniyyah.
Kerasulan & Metodologi Dakwah Makkah
1. Panggilan Kerasulan
Wahyu pertama di Gua Hira (QS. Al-'Alaq: 1-5) menandai pengangkatan sebagai Nabi, disusul QS. Al-Muddassir: 1-7 untuk memulai gerakan dakwah.
2. Strategi Tahapan Dakwah
- • Sirriyyah (3 Tahun): Sembunyi-sembunyi, fokus akidah & pembentukan kader awal (Assabiqunal Awwalun) di Dar al-Arqam.
- • Jahriyyah: Terang-terangan (QS. Al-Hijr: 94) menyasar publik Makkah & kabilah luar.
3. Fokus Risalah Makkah
Monoteisme murni (Tauhid), keadilan sosial, persamaan derajat (egalitarianisme), pembelaan kaum tertindas (mustadh'afin), dan kepastian Hari Pembalasan.
Resistensi Quraisy & Langkah Strategis Dakwah
- • Politik: Takut dominasi Bani Hasyim.
- • Ekonomi: Tauhid mengancam industri berhala.
- • Sosial: Menolak kesetaraan dengan budak.
- • Kultural: Taqlid tradisi leluhur.
- • Intimidasi: Penyiksaan sahabat lemah/budak.
- • Propaganda: Tuduhan penyair gila/sihir.
- • Pemboikotan: Boikot ekonomi & sosial total 3 tahun pada Bani Hasyim.
- • Hijrah Habasyah: Suaka Raja Najasyi.
- • Riset Ta'if: Penjajakan suaka luar kota.
- • Bai'at 'Aqabah I & II: Dukungan Aus & Khazraj Yathrib pemicu Hijrah.
Peta Rute Hijrah Nabi SAW ke Madinah
Jalur taktis menghindari kejaran pasukan Quraisy Makkah.
Rangkuman Materi Pertemuan 2
Kondisi Arab Pra-Islam: Memiliki tatanan perkotaan maju dalam perdagangan & sastra, namun mengalami kerapuhan moral, sosial, dan akidah (Jahiliyah).
Oligarki Quraisy: Mengendalikan Makkah melalui sistem kesukuan terpusat di Dar an-Nadwah serta pengelolaan Ka'bah.
Misi Risalah Makkah: Menekankan pembenahan akidah tauhid dan egalitarianisme sosial yang mendobrak hierarki Quraisy.
Tahapan Dakwah: Berkelanjutan dari pembinaan internal (Sirriyyah) menuju publik (Jahriyyah), hingga pencarian suaka politik (Habasyah & Yathrib).
Lembar Kerja & Presentasi Kelompok
Soal 1 (Dua Sisi 'Ashabiyah):
Mengapa tatanan nilai 'ashabiyah (kesetiaan kabilah) di satu sisi memperkeruh konflik, namun di sisi lain menjadi perisai perlindungan hukum awal bagi dakwah Nabi Muhammad SAW?
Soal 2 (Ancaman Egalitarianisme):
Mengapa isu egalitarianisme (persamaan derajat) yang dibawa Islam menjadi ancaman paling menakutkan bagi elite bangsawan Quraisy Makkah?
Soal 3 (Relevansi Diplomasi Modern):
Analisis bagaimana prinsip diplomasi dan pemetaan kekuatan politik (seperti Hijrah Habasyah & Bai'at 'Aqabah) dapat diteladani dalam kepemimpinan dan dakwah era modern!
Referensi Bacaan Utama Pertemuan 2
Yatim, Badri. (2014). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Hitti, Philip K. (2008). History of The Arabs. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Mubarakfuri, Syafiyurrahman. (2012). Sirah Nabawiyah (Ar-Rahiq al-Makhtum). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Lapidus, Ira M. (2000). Sejarah Sosial Umat Islam (Bagian 1). Jakarta: RajaGrafindo Persada.