Akulturasi Budaya, Pemikiran Pembaharuan, & Ormas Islam Abad 20 (NU, Muhammadiyah, dll)
Perguruan Tinggi
IAI Shalahuddin Al-Ayyubi
Mata Kuliah
Sejarah Kebudayaan Islam
Bobot / Semester
3 SKS • Semester 3
Pertemuan Ke-
13 (Ketigabelas)
Metode Pembelajaran
Presentasi Kelompok & Diskusi Interaktif
Pengalaman Belajar
Membahas Kontinuitas Peradaban Islam & Pergerakan Kebangsaan Indonesia
Tujuan Pembelajaran
SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (SUB-CPMK):
Mahasiswa mampu mengevaluasi gerakan pembaharuan Islam di Indonesia era modern.
INDIKATOR CAPAIAN PEMBELAJARAN:
- • Menjelaskan proses akulturasi antara ajaran Islam dengan kebudayaan lokal di Nusantara tanpa menghilangkan prinsip dasar keimanan.
- • Menguraikan latar belakang munculnya ide-ide pembaharuan (tajdid) dan modernisme Islam di Indonesia pada awal abad ke-20.
- • Menganalisis peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam (Sarekat Islam, Muhammadiyah, NU, Al-Irsyad, Persis) dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
- • Mengevaluasi kontribusi pergerakan umat Islam dalam proses perjuangan kemerdekaan serta pembentukan fondasi NKRI.
Mengapa Harus Mempelajari Bab Ini?
Mempelajari fase abad ke-20 memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika modernisasi Islam di Indonesia:
1. Transformasi Gerakan Sosial
Menunjukkan bagaimana corak dakwah Islam bertransformasi dari tradisi kelembagaan tradisional menuju organisasi modern yang terstruktur rapi.
2. Kontribusi Nyata bagi Kebangsaan
Membuktikan bahwa para ulama dan tokoh pergerakan Islam merupakan motor penggerak utama kemerdekaan serta arsitek integrasi nasional bangsa Indonesia.
Akulturasi Budaya & Islam Nusantara
Islam tidak menolak budaya lokal, melainkan menyatu secara harmonis tanpa mengorbankan tauhid.
Bentuk-Bentuk Akulturasi Fisik & Seni
Terlihat jelas pada arsitektur masjid kuno beratap tumpang (pengaruh Hindu-Buddha), seni ukir, tradisi perayaan hari besar keagamaan (Sekaten & Grebeg), serta penanggalan Jawa-Hijriah.
Kearifan Lokal (Local Wisdom)
Para ulama mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi nusantara yang selaras dengan prinsip tauhid, keadilan, dan kemaslahatan umat manusia.
Latar Belakang Pembaharuan (Tajdid)
Stagnasi Kejumudan & Penjajahan Kolonial
Awal abad ke-20 ditandai stagnasi pemikiran, belenggu kolonialisme, serta praktik keagamaan yang tercampur takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC).
Pengaruh Gerakan Pan-Islamisme Timur Tengah
Gagasan pembaharuan dari Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh menginspirasi intelektual bumiputra untuk purifikasi ajaran agama, membuka pintu ijtihad, serta mengejar ketertinggalan di bidang sains dan pendidikan modern.
Ormas Islam Pilar Kebangkitan
Sarekat Islam (1905/1912)
HOS Cokroaminoto
Wadah pergerakan nasional massal pertama yang menyuarakan kesadaran politik, ekonomi, & perlawanan kolonial.
Muhammadiyah (1912 M)
K.H. Ahmad Dahlan
Gerakan tajdid, pemurnian akidah, & modernisasi pendidikan formal, panti asuhan, serta layanan kesehatan.
Nahdlatul Ulama (1926 M)
K.H. Hasyim Asy'ari
Menjaga Ahlussunnah wal Jama'ah, merawat tradisi keagamaan lokal yang moderat, & membela hak keumatan.
Al-Irsyad & Persis
Ahmad Surkati & A. Hassan
Fokus pada pemurnian akidah, kritik tajam terhadap taklid, serta penguatan pendidikan bahasa Arab.
Kontribusi Kebangsaan & Kemerdekaan
Resolusi Jihad (1945)
Fatwa K.H. Hasyim Asy'ari yang mewajibkan umat Islam membela kemerdekaan Indonesia dari agresi NICA/Sekutu, memicu perlawanan heroik 10 November Surabaya.
Konsensus Nasional Dasar Negara
Sikap kenegarawanan tokoh Islam yang menyetujui kompromi nasional demi keutuhan bangsa, menjadikan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila.
Dokumentasi Arsip Pergerakan Islam
Klik gambar untuk memperbesar arsip foto sejarah kongres organisasi Islam awal abad ke-20.
Dokumentasi Arsip Kongres Organisasi Islam Awal Abad ke-20
Rangkuman Materi Pertemuan 13
Kelenturan Akulturasi: Akulturasi budaya memperlihatkan kelenturan Islam dalam menyatu secara damai dengan tradisi lokal di Nusantara tanpa mengorbankan tauhid.
Revolusi Modernisasi: Gerakan pembaharuan (tajdid) abad ke-20 melahirkan lembaga modern seperti Muhammadiyah dan NU yang merevolusi sistem pendidikan dan sosial.
Pilar Fondasi NKRI: Pergerakan Islam dan para ulama memiliki kontribusi mutlak dalam proses kemerdekaan serta pembentukan fondasi ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lembar Evaluasi & Diskusi Kelompok
Analisis 1 (Muhammadiyah vs Nahdlatul Ulama):
Evaluasi kontribusi pemikiran modernisasi pendidikan yang diusung oleh Muhammadiyah versus pelestarian tradisi keagamaan oleh Nahdlatul Ulama. Bagaimana kedua arus besar ini saling melengkapi dalam memperkuat peradaban Islam di Indonesia?
Analisis 2 (Dampak Fatwa Resolusi Jihad 1945):
Analisis peran fatwa Resolusi Jihad 1945 dalam memobilisasi perlawanan rakyat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia!
Referensi Bacaan Utama & Pendukung
Yatim, Badri. (2014). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. (Bab mengenai Perkembangan Islam di Indonesia Era Modern).
Azra, Azyumardi. (2004). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan.
Noer, Deliar. (1982). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.