PERTEMUAN 13 (TERAKHIR) Kode: SKI-301
Identitas Modul Pembelajaran

Akulturasi Budaya, Pemikiran Pembaharuan, & Ormas Islam Abad 20 (NU, Muhammadiyah, dll)

Perguruan Tinggi

IAI Shalahuddin Al-Ayyubi

Mata Kuliah

Sejarah Kebudayaan Islam

Bobot / Semester

3 SKS • Semester 3

Pertemuan Ke-

13 (Ketigabelas)

Metode Pembelajaran

Presentasi Kelompok & Diskusi Interaktif

Pengalaman Belajar

Membahas Kontinuitas Peradaban Islam & Pergerakan Kebangsaan Indonesia

Scroll ke bawah untuk melanjutkan Bagian 01
BAGIAN 2 / 11

Tujuan Pembelajaran

SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (SUB-CPMK):

Mahasiswa mampu mengevaluasi gerakan pembaharuan Islam di Indonesia era modern.

INDIKATOR CAPAIAN PEMBELAJARAN:

  • • Menjelaskan proses akulturasi antara ajaran Islam dengan kebudayaan lokal di Nusantara tanpa menghilangkan prinsip dasar keimanan.
  • • Menguraikan latar belakang munculnya ide-ide pembaharuan (tajdid) dan modernisme Islam di Indonesia pada awal abad ke-20.
  • • Menganalisis peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam (Sarekat Islam, Muhammadiyah, NU, Al-Irsyad, Persis) dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
  • • Mengevaluasi kontribusi pergerakan umat Islam dalam proses perjuangan kemerdekaan serta pembentukan fondasi NKRI.
Target Capaian Pembelajaran Bagian 02
BAGIAN 3 / 11

Mengapa Harus Mempelajari Bab Ini?

Mempelajari fase abad ke-20 memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika modernisasi Islam di Indonesia:

1. Transformasi Gerakan Sosial

Menunjukkan bagaimana corak dakwah Islam bertransformasi dari tradisi kelembagaan tradisional menuju organisasi modern yang terstruktur rapi.

2. Kontribusi Nyata bagi Kebangsaan

Membuktikan bahwa para ulama dan tokoh pergerakan Islam merupakan motor penggerak utama kemerdekaan serta arsitek integrasi nasional bangsa Indonesia.

Dinamika Modernisasi Islam Indonesia Bagian 03
BAGIAN 4 / 11 • DIALOG KULTUR

Akulturasi Budaya & Islam Nusantara

Islam tidak menolak budaya lokal, melainkan menyatu secara harmonis tanpa mengorbankan tauhid.

Bentuk-Bentuk Akulturasi Fisik & Seni

Terlihat jelas pada arsitektur masjid kuno beratap tumpang (pengaruh Hindu-Buddha), seni ukir, tradisi perayaan hari besar keagamaan (Sekaten & Grebeg), serta penanggalan Jawa-Hijriah.

Kearifan Lokal (Local Wisdom)

Para ulama mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi nusantara yang selaras dengan prinsip tauhid, keadilan, dan kemaslahatan umat manusia.

Kelenturan Kultur Tradisi Nusantara Bagian 04
BAGIAN 5 / 11 • REFORMASI PEMIKIRAN

Latar Belakang Pembaharuan (Tajdid)

Stagnasi Kejumudan & Penjajahan Kolonial

Awal abad ke-20 ditandai stagnasi pemikiran, belenggu kolonialisme, serta praktik keagamaan yang tercampur takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC).

Pengaruh Gerakan Pan-Islamisme Timur Tengah

Gagasan pembaharuan dari Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh menginspirasi intelektual bumiputra untuk purifikasi ajaran agama, membuka pintu ijtihad, serta mengejar ketertinggalan di bidang sains dan pendidikan modern.

Membuka Pintu Ijtihad & Modernisasi Bagian 05
BAGIAN 6 / 11 • ORGANISASI ISLAM

Ormas Islam Pilar Kebangkitan

Sarekat Islam (1905/1912)

HOS Cokroaminoto

Wadah pergerakan nasional massal pertama yang menyuarakan kesadaran politik, ekonomi, & perlawanan kolonial.

Muhammadiyah (1912 M)

K.H. Ahmad Dahlan

Gerakan tajdid, pemurnian akidah, & modernisasi pendidikan formal, panti asuhan, serta layanan kesehatan.

Nahdlatul Ulama (1926 M)

K.H. Hasyim Asy'ari

Menjaga Ahlussunnah wal Jama'ah, merawat tradisi keagamaan lokal yang moderat, & membela hak keumatan.

Al-Irsyad & Persis

Ahmad Surkati & A. Hassan

Fokus pada pemurnian akidah, kritik tajam terhadap taklid, serta penguatan pendidikan bahasa Arab.

Lembaga Modern Penggerak Kebangsaan Bagian 06
BAGIAN 7 / 11 • KONSENSUS NKRI

Kontribusi Kebangsaan & Kemerdekaan

Resolusi Jihad (1945)

Fatwa K.H. Hasyim Asy'ari yang mewajibkan umat Islam membela kemerdekaan Indonesia dari agresi NICA/Sekutu, memicu perlawanan heroik 10 November Surabaya.

Konsensus Nasional Dasar Negara

Sikap kenegarawanan tokoh Islam yang menyetujui kompromi nasional demi keutuhan bangsa, menjadikan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila.

Peran Sentral Ulama Merumuskan Negara Bagian 07
BAGIAN 8 / 11 • ARSIP HISTORIS

Dokumentasi Arsip Pergerakan Islam

Klik gambar untuk memperbesar arsip foto sejarah kongres organisasi Islam awal abad ke-20.

Arsip Kongres Organisasi Islam
Klik untuk Zoom

Dokumentasi Arsip Kongres Organisasi Islam Awal Abad ke-20

Bukti Otentik Pergerakan Ormas Islam Bagian 08
BAGIAN 9 / 11 • SINTESIS

Rangkuman Materi Pertemuan 13

1

Kelenturan Akulturasi: Akulturasi budaya memperlihatkan kelenturan Islam dalam menyatu secara damai dengan tradisi lokal di Nusantara tanpa mengorbankan tauhid.

2

Revolusi Modernisasi: Gerakan pembaharuan (tajdid) abad ke-20 melahirkan lembaga modern seperti Muhammadiyah dan NU yang merevolusi sistem pendidikan dan sosial.

3

Pilar Fondasi NKRI: Pergerakan Islam dan para ulama memiliki kontribusi mutlak dalam proses kemerdekaan serta pembentukan fondasi ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rangkuman Inti Modul Penutup Bagian 09
BAGIAN 10 / 11 • EVALUASI SKS 3

Lembar Evaluasi & Diskusi Kelompok

Luaran Tugas Kelompok (3 SKS): Susunlah makalah kelompok atau infografis analitis mengenai kontribusi pergerakan ormas Islam abad ke-20 dalam pembentukan konsensus kebangsaan Indonesia berdasarkan 2 fokus soal:

Analisis 1 (Muhammadiyah vs Nahdlatul Ulama):

Evaluasi kontribusi pemikiran modernisasi pendidikan yang diusung oleh Muhammadiyah versus pelestarian tradisi keagamaan oleh Nahdlatul Ulama. Bagaimana kedua arus besar ini saling melengkapi dalam memperkuat peradaban Islam di Indonesia?

Analisis 2 (Dampak Fatwa Resolusi Jihad 1945):

Analisis peran fatwa Resolusi Jihad 1945 dalam memobilisasi perlawanan rakyat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia!

← Kembali ke Beranda Utama Seluruh Perkuliahan Selesai
BAGIAN 11 / 11 • PUSTAKA

Referensi Bacaan Utama & Pendukung

[1]

Yatim, Badri. (2014). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. (Bab mengenai Perkembangan Islam di Indonesia Era Modern).

[2]

Azra, Azyumardi. (2004). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan.

[3]

Noer, Deliar. (1982). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.

[4]

Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.

← Kembali ke Beranda Utama AKHIR MODUL PERKULIAHAN SKI