PERTEMUAN 11 Kode: SKI-301
Identitas Modul Pembelajaran

Islamisasi Nusantara: Teori Gujarat, Makkah, Persia, Cina & Jalur Dakwah

Perguruan Tinggi

IAI Shalahuddin Al-Ayyubi

Mata Kuliah

Sejarah Kebudayaan Islam

Bobot / Semester

3 SKS • Semester 3

Pertemuan Ke-

11 (Sebelas)

Metode Pembelajaran

Presentasi Kelompok & Diskusi Kelas

Pengalaman Belajar

Menganalisis Perdebatan Historiografi & Menguji Ketepatan Argumen Ilmiah

Scroll ke bawah untuk melanjutkan Bagian 01
BAGIAN 2 / 10

Tujuan Pembelajaran

SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (SUB-CPMK):

Mahasiswa mampu menganalisis teori dan mekanisme masuknya Islam di Nusantara.

INDIKATOR CAPAIAN PEMBELAJARAN:

  • • Menjelaskan perdebatan historiografi mengenai waktu kedatangan Islam di Nusantara berdasarkan data arkeologis dan sumber-sumber lokal.
  • • Menganalisis secara kritis berbagai teori utama asal-usul kedatangan Islam di Nusantara (Teori Gujarat, Makkah, Persia, dan Cina).
  • • Menguraikan mekanisme dan jalur-jalur dakwah islamisasi di Nusantara (perdagangan, perkawinan, politik, tasawuf, pendidikan, dan kesenian).
  • • Menilai validitas argumen ilmiah dari masing-masing teori historiografi lokal.
Target Capaian Pembelajaran Bagian 02
BAGIAN 3 / 10

Mengapa Harus Mempelajari Bab Ini?

Mempelajari proses masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara memiliki arti penting bagi identitas keislaman lokal:

1. Memahami Karakteristik Islam Nusantara

Islam masuk ke Nusantara bukan melalui jalur penaklukan militer (futuhat), melainkan melalui proses akulturasi damai yang menyatu dengan kebudayaan lokal.

2. Melatih Ketajaman Berpikir Kritis

Mengkaji berbagai teori sejarawan melatih mahasiswa untuk memilah sumber primer, data sekunder, serta bias orientalis dalam penulisan sejarah.

Urgensi Penelusuran Historiografi Bagian 03
BAGIAN 4 / 10 • PERIODESASI

Perdebatan Waktu Kedatangan Islam

Abad ke-7 M (Abad ke-1 H)

Tokoh Pelopor: Buya Hamka

Didasarkan pada berita dari Tiongkok zaman Tang yang menyebutkan adanya perkampungan pedagang Arab (Ta-shih) di pesisir barat Sumatra sejak abad ke-7 M.

Abad ke-11 / ke-13 M

Tokoh Pelopor: J. Pijnapel & Snouck Hurgronje

Merujuk pada bukti-bukti arkeologis seperti makam Sultan Malik al-Saleh di Samudra Pasai (1297 M) serta catatan perjalanan Marcopolo.

Dua Pendapat Utama Sejarawan Bagian 04
BAGIAN 5 / 10 • TEORI HISTORIOGRAFI

4 Teori Utama Asal-Usul Islam

1. Teori Gujarat (India)

Pijnapel, Heyerdahl, Snouck Hurgronje

Islam dibawa pedagang Gujarat abad ke-13 M. Bukti: kesamaan mazhab Syafi'i dan batu nisan bercorak Gujarat di Pasai.

2. Teori Makkah (Arab)

Buya Hamka, Anthony H. Johns, T.W. Arnold

Islam dibawakan langsung musafir Arab sejak abad ke-1 H. Bukti: gelar Al-Malik raja Pasai & mazhab Syafi'i murni.

3. Teori Persia

Hoesein Djajadiningrat

Islam dibawa dari Persia. Bukti: tradisi Asyura (tabut/tabuik) di Sumatra & kosa kata Persia dalam sastra Melayu.

4. Teori Cina

Slamet Muljana, Sumanto Al Qurtuby

Migrasi Muslim Tionghoa (Kanton/Kwangtung) era Dinasti Ming berpengaruh besar pada awal islamisasi Jawa (Cheng Ho).

Perspektif Asal-Usul Jalur Kedatangan Bagian 05
BAGIAN 6 / 10 • STRATEGI DAKWAH

Jalur-Jalur Akulturasi Damai

1. Perdagangan

Interaksi di pelabuhan strategis antara saudagar Muslim dengan penduduk & penguasa lokal.

2. Perkawinan

Pernikahan pedagang kaya dengan bangsawan/putri raja setelah di-Islamkan.

3. Tasawuf (Sufisme)

Pendekatan kultural yang memadukan ajaran tauhid dengan tradisi lokal.

4. Pendidikan

Pendirian lembaga pesantren, dayah, dan surau untuk mendidik kader mubaligh.

5. Kesenian

Seni wayang, tembang, & sastra oleh Wali Songo sebagai media dakwah.

6. Politik

Kebijakan raja yang memeluk Islam sehingga diikuti oleh seluruh rakyatnya.

Mekanisme Penyebaran Tanpa Kekerasan Bagian 06
BAGIAN 7 / 10 • VISUALISASI HISTORIS

Peta Jalur Perdagangan & Penyebaran Islam

Visualisasi rute maritim perdagangan rempah & jalur alternatif penyebaran Islam.

Peta Jalur Perdagangan Maritim Kuno
Zoom

Rute Pelayaran Dagang Maritim Kuno

Peta Penyebaran Islam di Nusantara
Zoom

Jalur Masuknya Islam di Kepulauan Indonesia

Rute Maritim & Geografi Islamisasi Bagian 07
BAGIAN 8 / 10 • SINTESIS

Rangkuman Materi Pertemuan 11

1

Dinamika Waktu Kedatangan: Perdebatan historiografi berkisar antara abad ke-7 M (Teori Makkah/Arab) hingga abad ke-13 M (Teori Gujarat).

2

Multiperspektif Teori: Empat teori utama (Gujarat, Makkah, Persia, Cina) memiliki argumen, bukti arkeologis, dan latar sosiologis yang saling melengkapi.

3

Karakteristik Akulturasi Damai: Penyebaran Islam berlangsung melalui mekanisme strategis seperti perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, seni, dan kebijakan politik.

Rangkuman Inti Modul Bagian 08
BAGIAN 9 / 10 • EVALUASI SKS 3

Lembar Evaluasi & Diskusi Kelompok

Luaran Tugas Kelompok (3 SKS): Susunlah makalah kelompok atau infografis analitis mengenai perbandingan argumen ilmiah antara Teori Gujarat dan Teori Makkah dalam historiografi lokal berdasarkan 2 fokus soal:

Analisis 1 (Uji Validitas Metodologis Teori):

Di antara keempat teori masuknya Islam ke Nusantara (Gujarat, Makkah, Persia, Cina), manakah teori yang menurut kelompok Anda paling kuat secara metodologis? Sertakan argumen pendukung berdasarkan data arkeologis!

Analisis 2 (Efektivitas Jalur Perdagangan & Perkawinan):

Mengapa jalur perdagangan dan perkawinan dinilai jauh lebih efektif dalam menyebarkan Islam di Nusantara dibandingkan jalur kekerasan militer?

← Kembali ke Beranda Utama Modul Pertemuan 11 Selesai
BAGIAN 10 / 10 • PUSTAKA

Referensi Bacaan Utama & Pendukung

[1]

Azra, Azyumardi. (2004). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan.

[2]

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. (1969). Preliminary Statement on the General Theory of the Islamization of the Malay-Indonesian Archipelago. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

[3]

Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.

[4]

Yatim, Badri. (2014). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

← Kembali ke Beranda Utama Modul Pertemuan 11 Selesai