Pengantar SKI: Pengertian, Metodologi, Historiografi, dan Fungsi Sejarah
Perguruan Tinggi
IAI Shalahuddin Al-Ayyubi
Fakultas / Prodi
Tarbiyah / PAI
Bobot / Semester
3 SKS • Semester 3
Pertemuan Ke-
1 (Pertama)
Metode Pembelajaran
Small Group Discussion, Ceramah, Diskusi Interaktif
Tujuan Pembelajaran & Capaian
SUB-CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (SUB-CPMK):
Mahasiswa mampu menjelaskan hakikat, metodologi, historiografi, dan fungsi Sejarah Kebudayaan Islam secara kritis dan kontekstual.
INDIKATOR CAPAIAN PEMBELAJARAN:
- • Mampu menguraikan definisi Sejarah, Kebudayaan, dan Peradaban Islam secara terperinci.
- • Mampu menjelaskan metodologi penelitian sejarah (heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi).
- • Mampu membedakan karakteristik historiografi Islam klasik, modern, dan kritis.
- • Mampu menganalisis kegunaan/fungsi mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam (fungsi edukatif, inspiratif, instruktif, dan ibriah).
Mengapa Harus Belajar SKI?
Bagi mahasiswa PTKI, mempelajari SKI bukan sekadar kewajiban akademis atau menghafal angka tahun dan nama tokoh, melainkan fondasi penting:
1. Memahami Identitas & Akar Peradaban
Memahami bagaimana Islam berkembang dari ajaran lokal di Makkah hingga menjadi peradaban dunia yang melintasi berbagai bangsa dan benua.
2. Mengambil Ibrah (Pelajaran) Masa Lalu
Memetik hikmah dari keberhasilan generasi terdahulu untuk diulangi, serta mempelajari kegagalan mereka agar tidak terulang.
3. Moderasi Beragama & Toleransi Kultural
Membentuk pemikiran mahasiswa yang terbuka, inklusif, toleran, serta menghargai keberagaman tradisi dan dialog antar-kebudayaan.
4. Menjawab Tantangan Peradaban Modern
Merekonstruksi kejayaan intelektual era Golden Age guna menjawab tantangan zaman modern secara kritis dan kontekstual.
5. Membangun Kesadaran Konstruktif Historiografi Islam
Mahasiswa dilatih tidak menelan mentah-mentah narasi sejarah, melainkan bersikap kritis dan objektif terhadap dinamika politik, sosial, dan kebudayaan.
Pengertian Sejarah, Kebudayaan, dan Peradaban
Etimologi dari kata Arab syajaratun (pohon) yang menggambarkan silsilah dan pertumbuhan. Secara istilah: Rekonstruksi peristiwa masa lalu manusia dalam ruang & waktu tertentu secara faktual dan sistematis.
Hasil olah akal, budi, cipta, rasa, dan karsa manusia dalam merespons lingkungan hidupnya dan mengekspresikan nilai-nilai keimanan.
Bagian kebudayaan yang halus, bernilai tinggi, serta berwujud fisik-material seperti arsitektur, tata kota, teknologi, dan sistem pemerintahan.
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI):
Studi kritis ilmiah mengenai asal-usul, perkembangan, dinamika sosial-politik, wujud kebudayaan, serta sumbangan intelektual dan peradaban yang dihasilkan oleh masyarakat muslim sejak periode awal Islam hingga era modern.
4 Tahapan Metodologi Penelitian Sejarah
Pengumpulan Sumber
- • Primer: Dokumen resmi, manuskrip kuno, prasasti, koin sezaman.
- • Sekunder: Buku teks & artikel ilmiah pasca-peristiwa.
Uji Keabsahan Data
- • Eksternal: Keaslian fisik, usia kertas, tinta, otentisitas dokumen.
- • Internal: Kredibilitas teks, kejujuran penulis, komparasi antar-sumber.
Penafsiran Fakta
Menganalisis dan merangkai fakta-fakta sejarah yang telah lolos kritik menjadi satu kesatuan narasi yang logis dan eksplanatif (analisis sintesis).
Penulisan Sejarah
Tahap akhir merekonstruksi dan menyusun kisah sejarah ke dalam bentuk karya ilmiah tertulis secara sistematis dan kronologis.
Perkembangan Historiografi Islam
Dominan menggunakan metode Isnad (silsilah penutur) layaknya keilmuan hadis.
Fokus: Peristiwa politik, silsilah khalifah, dan peperangan (maghazi). Tokoh: Ibnu Ishaq, Al-Tabari.
Dipelopori oleh Ibnu Khaldun (Kitab al-'Ibar / Muqaddimah).
Mengintegrasikan hukum sosial, analisis sosiologis, dinamika 'ashabiyah, dan hubungan kausalitas (sebab-akibat).
Menggunakan pendekatan multidimensional secara kritis-kontekstual.
Mengkaji aspek ekonomi, kebudayaan, keagamaan, serta struktur sosial secara holistik.
Fungsi & Kegunaan Mempelajari SKI (Ibrah)
1. Fungsi Edukatif
Menjadi sumber pengetahuan dan ikhtibar/pelajaran berharga dari kejayaan maupun kegagalan generasi masa lalu.
2. Fungsi Inspiratif
Mengubah pola pikir dan membakar semangat inovasi generasi muda muslim dalam merekonstruksi kejayaan intelektual & kebudayaan Islam.
3. Fungsi Instruktif & Praktis
Memberikan acuan konkret dalam perumusan tata kelola masyarakat, nilai moderasi beragama, dan strategi dakwah Islam.
4. Fungsi Ibrah (Pengambilan Hikmah)
Menumbuhkan pemahaman kritis bahwa sejarah bergerak dinamis, serta membangun sikap tanggung jawab sosial-keagamaan bagi akademisi.
Rangkuman Materi Pertemuan 1
SKI Bukan Sekadar Hafalan: SKI merupakan studi komprehensif mengenai olah budi, karya, dan peradaban Umat Islam dalam lintasan waktu.
4 Tahapan Metodologi: Metodologi sejarah wajib melalui tahapan sistematis: Heuristik → Kritik/Verifikasi → Interpretasi → Historiografi.
Kontribusi Ibnu Khaldun: Meletakkan fondasi penting historiografi ilmiah yang menghubungkan peristiwa sejarah dengan aspek sosial, politik, dan ekonomi.
Orientasi Ibrah: Kegunaan utama mempelajari SKI adalah mengambil ibrah (hikmah) untuk menjawab tantangan kebudayaan masa kini dan mendatang.
Lembar Kerja & Diskusi Kelompok (SGD)
Soal 1 (Kritik Pendekatan Historiografi):
Mengapa pendekatan sejarah masa lalu yang hanya berfokus pada nama tokoh dan tahun peperangan dinilai kurang relevan untuk mahasiswa era modern?
Soal 2 (Kontekstualisasi Ibnu Khaldun):
Bagaimana penerapan gagasan Ibnu Khaldun tentang analisis kearsipan dan kausalitas sosial dalam menyaring berita/fakta sejarah di era informasi digital modern?
Soal 3 (Implementasi Ibrah):
Sebutkan contoh konkret nilai ibrah (hikmah sejarah) yang dapat diimplementasikan dalam menyikapi keragaman kebudayaan Islam saat ini!
Referensi Bacaan Utama
Yatim, Badri. (2014). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Hitti, Philip K. (2008). History of The Arabs. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Nasution, Harun. (2015). Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya (Jilid 1 & 2). Jakarta: UI Press.
Hodgson, Marshall G. S. (2002). The Venture of Islam: Iman dan Sejarah dalam Peradaban Dunia. Jakarta: Paramadina.